Hendi Deklarasikan SMPN 26 Semarang sebagai Sekolah Ramah Anak

March 12, 2019

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Walikota Semarang Hendrar Prihadi mendeklarasikan SMPN 26 Semarang sebagai Sekolah Ramah Anak (SRA), Senin (11/3).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Semarang yang akrab disapa Hendi itu menyampaikan sejumlah indikasi Sekolah Ramah Anak yang tentu juga akan menjadi sekolah favorit bagi anak-anak.

“Saat ini sekolah tidak hanya sekadar tempat belajar bagi anak-anak, tapi juga rumah kedua. Karena itu, diperlukan sekolah yang tak hanya ramah secara fisik tapi juga ramah bagi mental dan hati para siswa,” ungkapnya.

Terlebih, menurut Hendi pada tingkat SMP, anak-anak sedang mencari-cari hal baik dan pijakan sukses, jadi harus didukung oleh lingkungan sekitar baik keluarga, teman, sekolah dan masyarakat.

“Jangan sampai di lingkungan sekolah ada hal-hal yang menjatuhkan, mengejek, bullying, dan lainnya. Pengalaman negatif akan membekas di memori dan bisa menjadi tekanan hidup,” ujar Hendi

Akibatnya, lanjut Hendi, jika terus membekas akan menjadikan anak tersebut minder, pemalu, takut dengan teman dan tidak nyaman dengan lingkungan sekitarnya.

“Karenanya, lingkungan sekolah harus didorong untuk saling support, perhatian dan menghargai satu sama lain untuk kemajuan bersama,” katanya.

Selain itu, Hendi juga menekankan pentingnya semangat dalam mewujudkan cita-cita dan mimpi. Tak hanya kepada lingkungan sekolah, Hendi juga berujar pada komite dan orang tua siswa yang hadir untuk mengajak bekerja sama dan percaya dengan pihak sekolah.

Hendi yakin SMPN 26 sebagai SRA mampu menerapkan program-program penegakan disiplin tanpa kekerasan serta komitmen larangan tindakan buruk dan bullying.

Sebagai sekolah pertama yang mendeklarasikan diri sebagai Sekolah Ramah Anak, SMPN 26 dinilai telah memenuhi sejumlah kriteria sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Dimana dalam undang-undang tersebut, sekolah harus menjadi tempat yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak baik perempuan maupun laki-laki termasuk bagi mereka yang membutuhkan pendidikan layanan khusus.

Dengan berbagai sarana prasarana yang dimiliki, SMPN 26 Semarang juga dinilai telah berhasil mencetak prestasi membanggakan seperti juara renang dan sepatu roda internasional dan bulu tangkis nasional.

Ke depan Walikota meminta agar komunikasi terus dijalin baik antara pihak sekolah, komite, orang tua murid serta pemerintah guna perbaikan, dan peningkatan SMPN 26 Semarang.

Menindaklanjuti laporan pagar ambruk, Walikota Semarang yang juga merupakan salah satu politisi PDI Perjuangan tersebut merencanakan perbaikan mulai minggu depan.

Sementara, menurut Kepala SMPN 26 Semarang, Anny Winarsih, pihaknya menyatakan kesiapan menjadi SRA satu minggu setelah menerima sosialisasi dari Dinas Pendidikan.

Kesiapan tersebut dikarenakan sejumlah standarisasi dan nilai-nilai telah diterapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di lingkungan SMPN 26 sejak lama.

Didukung sarara prasarana, fasilitas, peralatan, serta kapasitas ruang yang memadai, SMPN 26 Semarang semakin mantap menjadi sekolah yang mendukung praktik non-diskriminasi tanpa kekerasan.

Selain itu menempatkan kepentingan terbaik siswa sebagai pertimbangan utama dalam setiap pengambilan kebijakan sekolah. (sen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *